Anekdot Rabu - Diary Cacatku (Husen)
Hai, ini postingan pertama di bulan Februari, sayangnya bukannya dibuka dengan keindahan malah kesakitan. Tenang, bukan "sakit" hati atau apapun. Kejauhan! Tapi sakit leher. Penasaran gimana? Oke gini, di jam sekitar 07:00 an (untuk spesifiknya saya kurang tahu, karena handphone ditaruh didalam tas). Rabu adalah jadwal untuk pelajaran Penjaskes, malamnya saya membaca materi untuk Penjaskes itu cuman "Senam Lantai" saya, yang mengira itu sama aja kayak senam biasanya itu memutuskan untuk tidak memahami materinya, malah marathon series (sangat patut untuk tidak dicontoh ya teman-teman).
Tapi sepertinya alam berkata lain, tapi yang ini agak laen saya kira akan senam beneran. Taunya malah main Handball, nah di set pertama saya biasa aja dan enjoy the flow, dan palingan hanya merasa "pegal,panas" normal bukan? tapi tunggu sampai memasuki set 2, btw, setelah set 1 yang biasanya formasi pria-perempuan campur, hanya perempuan dulu yang bermain. Dan tibalah waktu penantian ini! Set-2 untuk pria dimulai, saya yang bersemangat mengira akan bisa menjadi "Gernacho" nya dalam tim ini (ya, saya fans ManUtd), didalam kepala mengira akan bisa mendapatkan epic moment. Nyatanya? Ya memang sedikit ada effort untuk tim sih, tapi cuman kuat di defense..
Setelah pertarungan sengit bagai jerman melawan Soviet, akhirnya peluit ditiup dan match berakhir. Setelah duduk, saya seperti biasa mencoba meregangkan badan, dan saya merasa ada yang "aneh" karena biasanya, kalo saya nengok kanan-kiri tidak ada yang aneh, namun saat saya menengok ke kanan..
KREKK! (agak lebay sih, cuman kalo di ilustrasikan ya kurang lebih begitu)
Ya, urat leher saya ketarik 😅. Ya segitulah jurnal anekdot untuk bulan ini, saya hanya menyampaikan keresahan kecil ini. - Husen Kahfi 19 Februari 2025. (Ditulis jam 08:20)
Komentar
Posting Komentar